20 Alasan Mengapa Orang Menjual Rumah

Salah satu bisnis yang menguntungkan adalah dibidang property. Jual beli property memang tidak seperti halnya  menjual kacang goreng, laris manis cepat laku. Butuh waktu, kesabaran dan tentunya juga usaha keras untuk mendapatkan penjual dan pembeli. Tentunya salah satu rahasia umum keuntungan dari usaha property / jual rumah adalah dari selisih harga beli dan harga jual. Dicari property yang dijual dengan harga yang semiring mungkin dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang relatif tinggi.

Bagaimanakah karakter property yang siap dibeli dengan  harga miring. Rumusnya adalah : DON’T WANTER CONDITIONS.

  • D : Divorce, rumah siap dijual murah karena pemiliknya telah bercerai.

  • O : Obsolescence Of Poverty, tenggelam dalam kemiskinan. Pemiliknya siap menjual secepatnya untuk mengatasi berbagai kebutuhan mendesak keluarganya akibat kemiskinan yang tak kunjung pergi.

  • N : Negative cash flow, bisnis dari pemilik rumahnya rugi terus. Sehingga untuk menutupi kebutuhan bisnisnya maka siap menjual rumahnya dgn harga miring.

  • T : Transfer,

  • W : Wrong Management , salah mengelola property sehingga tidak terurus.

  • A : Arrear in payment,  suka menunggak cicilan.

  • N : Negative location, orang cina bilang tidak hoki dan tidak sesuai dengan fengshui.

  • T : Tax, punya masalah dengan pajak

  • E : Estate situation, karena masalah keluarga tertentu misalnya kematian / warisan.

  • R : Retirement, pensiun dan pemiliknya memilih tinggal di tempat lain yang lebih tenang.

  • C : Competition with neighboring properties, akibat gak kuat bersaing dengan tetangga sekitarnya.

  • O : Out of ares owner, pemiliknya jauh tinggalnya dari lokasi rumah tersebut.

  • N : Neorotic fears, si pemilik rumah memiliki rasa takut tertentu terhadap rumah tersebut.

  • D : Debt, si pemilik memiliki masalah dengan utang yang jatuh tempo.

  • I : Ignorance Of Investment principles, ketika membeli rumah tersebut si pemilik tidak memahami kondisi pasar dan prinsip investasi sehingga bukannya menguntungkan malah menjadi rugi.

  • T : Time constraint, si pemilik kepepet waktu karena urusan tertentu.

  • I : Investment capital, si pemiliki sangat membutuhkan dana segar untuk investasi ke bisnis lain.

  • O : Ornery partners, pisah rumah karena tidak cocok lagi hidupnya.

  • N : Need for status symbol, si pemilik sedang memburu status sosial tertentu sehingga merelakan rumahnya dijual untuk memburu ambisinya.

  • S : Sickness, si pemilik rumah punya masalah dengan kesehatan dirinya atau keluarganya sehingga membutuhkan uang segera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: