Sosok Christian Hadinata Jual Rumah Demi Pendidikan Anak

Perhatian yang begitu besar pada dunia bulutangkis tidak membuat Christian Hadinata teledor dalam mengurusi keluarga. Dua anaknya, Mario dan Mariska, kini sudah mapan bekerja di salah satu bank dan perusahaan interior di Jakarta. Itu tidak terlepas dari bekal pendidikan yang diberikan sang bapak. ”Saya sangat bersyukur Mario dan Mariska bisa menyelesaikan studinya dengan baik. Apalagi kini mereka sudah memiliki pekerjaan yang lumayan,” papar Christian.

Mario dan Mariska beruntung menjadi anak seorang Christian Hadinata. Mereka bisa menikmati pendidikan yang sangat baik. Keduanya meraih gelar sarjana di salah satu universitas kenamaan di Perth, Australia.

Tidak mudah bagi Christian untuk mengantarkan anaknya menjadi sarjana di luar negeri. Meski selama bertahun-tahun merajai dunia, tidak banyak materi yang dia kumpulkan. pada era 1970-an sampai 1980-an, price money turnamen belum sebesar sekarang.

Agar Mario dan Mariska bisa menyelesaikan studi dengan baik, Christian sampai jual rumah. Uangnya dipergunakan untuk membeli dua apartemen. Satu apartemen di Pondoh Indah yang ditempati sampai sekarang. Satu lagi di Australia, dibeli ditempati dua anaknya yang sedang belajar. ”Itu harus kami lakukan karena biaya sewa rumah di sana sangat mahal,” ungkap Christian.

Kini kedua anak Christian sudah memiliki pekerjaan yang layak. Christian pun tengah menunggu anaknya berkeluarga. Dia memiliki harapan agar cucunya kelak ada yan meneruskan kehebatannya sebagai pemain bulutangkis. ”Mario dan Mariska tidak terlalu suka bulutangkis. Semoga saja cucu saya nanti ada yang seperti saya,” harap Christian.

Restoran Istri Jadi Langganan Pebulutangkis

Christian Hadinata beruntung beristrikan Yoke Anwar. Wanita berambut lurus itu selalu mendukung setiap aktivitas sang suami. Dia tidak pernah mengeluh, meski hari-hari Christian dihabiskan di Pelatnas Cipayung. Pada usia yang sudah menapak senja, dia tidak banyak menikmati kebersamaan dengan sang suami.

Untuk mengisi hari-harinya, Yoke menjalankan sebuah restoran di Jalan Panglima Polim, Jakarta, bernama Cangkir Cafe. Usaha tersebut mulai dirintis sekitar tiga tahun lalu. Setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai 18.00 WIB dia menyibukkan diri di kafe tersebut. Nama kafe dipilih karena selain menyediakan makanan lezat, Cangkir Cafe juga bisa menjadi tempat asyik untuk tempat ngobrol. ”Tidak seperti kafe kebanyakan, Cangkir Cafe tidak menjual minuman keras. Menu utama yang disediakan adalah makanan dan minuman,” papar Christian.

Cangkir Cafe menyediakan aneka menu masakan, mulai dari makanan khas Indonesia sampai cita rasa Eropa. Untuk menu Indonesia ada makanan khas Bandung yaitu karedok. Spagetti adalah salah satu makanan khas Eropa yang tersedia. ”Menu yang paling digemari adalah sate kambing. Kata pelanggan, sate kambing kami empuk seperti roti,” tukas Yoke sambil tersenyum.

Dari dunia bulu tangkis Christian memiliki banyak kenalan. Hal itu menjadi salah satu keuntungan tersendiri bagi Cangkir Cafe. Banyak pebulutangkis pelatnas yang mengajak serta keluarganya menikmati menu-menu spesial Cangkir Cafe. Salah satunya adalah keluarga besar Taufik Hidayat. ”Pak Agum Gumelar (mertua Taufik, Red) paling senang makan sate kambing di restoran kami,” cerita Christian.

Kehidupan keluarga Christian bisa dijadikan salah satu contoh atlet sukses Indonesia. Dia berhasil menyekolahkan kedua anaknya meraih sarjana di universitas luar negeri. Ketika kedua anaknya sudah sukses mendapatkan pekerjaan, dia tidak kehabisan semangat untuk terus mengabdi. Sementara Istri dan keluarganya selalu mendukung pengabdian Christian.(ang/indopos.co.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: