Perajin Mebel Tanggung Banyak Utang, Jual Rumah dan Tanah

Penarikan bangku di SD Simojayan II, mematik reaksi keras. Salah satu sasaran, adalah perajin yang menarik bangku tersebut. Tapi benarkah mereka bersalah? Kenapa mereka tega menarik bangku-bangku tersebut?

Aroma vernis tercium begitu keras. Dua orang pekerja berusia 40-an sibuk mengayunkan kuas pada kursi kayu setengah jadi. Dua pekerja itu, dikepung puluhan kursi setengah jadi yang menunggu polesan mereka. Pemandangan itu terjadi di sebuah gudang dan Workshop perajin bangku Desa Arjowilangun,Kecamatan Kalipare.

Dua pekerja itu langsung berdiri saat sepeda motor yang dikendarai Malang Post datang mendekat. Sangat sopan, kedua orang itu mengacungkan jempol tangan kanannya yang menunjuk ke arah dalam bangunan gudang. Meski bahasa isyarat itu cukup simpel, namun mewakili penghargaan terhadap lawan bicara.

Kedua pekerja itu tak lain adalah karyawan Budi Waluyo, salah satu perajin proyek bangku (mebeler) Pemkab Malang tahun 2006. Budi Waluyo menerima pekerjaan dari Yoyok Subandrio sang pemilik CV Indah Jaya Makmur (IJM). Budi bahkan pernah nglurug ke kantor Pemkab Malang bersama para perajin lainnya, guna mempertanyakan hak mereka.

Saat Malang Post masuk ke area gudang, Budi Waluyo masih sibuk berkomunikasi lewat telepon. Menyadari kedatangan tamu, dia hentikan percakapan dan mengajak Malang Post masuk ke ruang tamu gudang yang lebih mirip dapur.

‘’Saya mendapat jatah 3.400 stel bangku dari Pak Yoyok, namun yang terkirim hanya sekitar 1.000 lebih stel bangku,’’ aku dia, membuka percakapan.

Sepintas mencermati, rona muka Budi tampak kusut. Tatanan rambutnya juga tak begitu rapi. Pengakuan Budi, jumlah perajin yang mengerjakan proyek Yoyok begitu banyak. Dia sendiri bahkan tak hapal satu persatu perajin yang terlibat.

‘’Untuk mudahnya, sebut saja Thaib cs. Saat itu saya sempat dua kali menggarap bangku pesanan Pak Yoyok,’’ katanya.

Bangku pertama dia garap berukuran 50 cm, tapi baru selesai sekitar 75 stel Yoyok minta ukuran bangku diganti. Saat itu panjang ukuran bangku sesuai permintaan Yoyok ternyata 55 cm. Akibatnya, bangku yang terlanjur selesai malah menganggur.

‘’Banyak pula bangku yang dari kayu campur akhirnya ditarik. Sebagain sudah saya bakar,’’ imbuhnya sambil mengajak melihat bangku yang tersisa.

Tumpukan bangku yang menurut Budi berbahan baku kayu campur disusun hingga setinggi 5 meter di area gudang itu. Seluruh bangku-bangku nganggur itu bercat hitam lengkap dengan nomor register.
Pengakuan Budi, bahan bangku itu bisa dibilang 50 persen kayu Jati dan 50 persen lainnya kayu Akasia. ‘’Pembuatan sesuai permintaan Pak Yoyok. Tapi saya menunggu tiga tahun sampai seluruhnya terbayar,’’ keluh Budi.

Keterangan pemilik CV Sudjari Jalan Imam Bonjolo Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare itu, amat jelas. Kata dia, Yoyok Subandrio baru membayar perajin Thaib cs setelah para perajin nglurug Kantor Pemkab Malang beberapa bulan lalu. Menurut Budi, jumlah uang milik Yoyok yang mengalir kepada perajin Kalipare mencapai Rp 500 juta.

‘’Saya saja menerima sekitar Rp 230 juta, saya masih bangkrut mas, utang banyak,’’ celetuk Budi tanpa menyebut nominal hutangnya.

Ceritanya, begitu mengirim sejumlah pesanan bangku Yoyok Subandrio, Budi hanya mendapat janji. Saat dia menagih supaya modal usaha bisa berkembang, kembali diberi janji. Hingga Budi jual mobil, jual rumah dan tanah miliknya untuk menutup modal pembuatan bangku SD itu.

‘’Kalau tidak dibayar, saya pasti gulung tikar mas. Proses produksi awal dan biaya borongan karyawan yang saat itu mencapai 100 orang, saya yang tanggung sendiri,’’ pungkas dia sambil menarik nafas. (bagus ary wicaksono/malangpost)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: