Cemaskan Tsunami, Warga Pesisir Sumbar Jual Rumah

Banyaknya informasi mengenai kemungkinan terjadinya gempa dan tsunami di Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan warga yang bermukim di kawasan pesisir Barat Sumbar mengalami kecemasan berkepanjangan. Di kota Padang, sejumlah warga yang bermukim di kawasan pantai mengaku mengalami susah tidur dan memutuskan untuk pindah tempat tinggal.

Berdasarkan pantauan detikcom di kawasan pantai kota Padang, seperti di kelurahan Parupuk Tabing, Lubuk Buaya, dan Pasir Jambak, Selasa (5/4/2005), sedikitnya puluhan rumah sudah ditinggalkan penghuninya dan ada yang jual rumah atau dikontrakkan. “Sebenarnya kami juga berencana mau pindah. Tapi, harga kontrakan di Kuranji dan Limau Manis sekarang mahal sekali,” ujar Asep (29), warga jalan Talao Tabing, Padang.

Di sekitar rumah Asep, sedikitnya sudah 6 kepala keluarga yang memutuskan pindah rumah. Menurut Asep, rata-rata mereka pindah ke daerah Kuranji dan Limau Manis yang diyakini aman dari ancaman tsunami karena berada di daerah ketinggian kota Padang. “Kalau mau beli rumah di sekitar sini, sekarang harganya murah-murah,” terang Asep sambil tersenyum kecut. Sementara itu, Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang, Soemarso, mengimbau agar warga tidak langsung percaya pada isu-isu yang beredar.

Ia juga meminta agar Pemkot Padang lebih aktif lagi menenangkan warga karena sejak terjadinya gempa di Nias beberapa waktu lalu, pihaknya sangat banyak menerima telepon dari masyarakat. Dia mengimbau sebaiknya warga tidak langsung meminta informasi pada BMG karena ditakutkan menimbulkan penafsiran yang berbeda. Misal, kemarin ada warga yang mengatakan bahwa tsunami akan terjadi dalam waktu dekat. Hal itu kontan menimbulkan kepanikan di kalangan warga.

Padahal dalam ilmu geologi, dalam waktu dekat itu bisa saja berarti 10, 50, atau 100 tahun lagi,” demikian Soemarso. Seperti diberitakan, menurut Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pergerakan gempa yang mengarah ke selatan terbukti telah menggerakkan Kepulauan Mentawai dan daerah pesisir Padang beberapa sentimeter ke arah selatan dan timur. Dengan demikian, setelah gempa Nias yang perlu diwaspadai adalah sumber gempa di kawasan Mentawai. Apabila sumber gempa di bawah Kepulauan Mentawai ini bergerak sekaligus, gempa yang dihasilkannya bisa mencapai 9 skala Richter. Gempa sebesar ini berpotensi memicu tsunami besar seperti yang pernah terjadi tahun 1797 dan 1833. (nrl/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: